Kita semua punya luka Mereka semua punya duka Bertahan di dalam luka Kemudian berpura - pura bahagia Atau melepas duka Kemudian menebar cinta Kamu pilih mana?
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Rasanya tidak ingin punya hati Sejauh apapun logikamu berjalan Selalu ada hati, yang ikut di belakang Rasanya tidak ingin punya hati Aku sudah lelah banyak empati Senang dan sedih tak guna lagi Rasanya tidak ingin punya hati Peluh dan pilu tidak dihargai Mereka pikir aku benda mati Tuhan Aku ingin memaki Lindungi aku Dari mereka yang tak punya hati dan tak tahu diri
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Boleh kusiram segelas kopi manis di wajah sendumu? Aku ingin kau tahu perpaduan rasa manis getir Saat kita berdampingan dan hatiku berdesir Sempat otakku sejenak berhenti berpikir Boleh kutiupkan debu - debu di kedua bola matamu? Agar keluar buliran di sudut matamu Pedihnya mataku dan mata mereka melihat tingkah lugumu Sayangku, kamu harus tahu itu Caci maki dan sumpah serapahku kurasa tak cukup Mewakili puluhan wanita yang kau datangi Untuk kau beri janji Kau tawarkan mereka imajinasi Boleh kuundang ayah ibumu ke rumah orang tuaku? Merayakan pencapaianmu, sayang Pencapaian suram dari seseorang Yang akhirnya berkhianat Dia kira dirinya hebat Petualanganku yang mempertemukan kita Aku, kamu, dan mereka Membuatku bertanya Masihkah bisa dipercaya Makhluk yang bernama manusia?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Seminggu kemarin sangat melelahkan. Aku tidak ingin menangis, karena memang tidak ada yang menyedihkan. Aku justru ingin bersyukur sebanyak - banyaknya. Bukan karena orang lain terlihat lebih menderita. Pikiran itu sangat picik. Aku bersyukur karena Allah masih melindungi. Melindungiku yang masih banyak kekurangan. Melindungi orang lain, yang masih punya kesempatan mendapat kasih sayang Nya. Sungguh banyak kejadian yang seharusnya tidak mengagetkan. Namun, aku tetap terkejut. Ya, aku tidak suka dikejutkan. Kamu, siapapun kamu... daripada banyak bertanya kepada orang lain mengapa kisah hidupmu seperti ini. Lebih baik pertanyakan dirimu sendiri, kenapa kamu membuat kisah hidup orang lain seperti ini? Siapa yang sebelumnya menyakitimu? Terima kasih sudah singgah dan membuat lelah.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Mereka bilang kesepian membunuhmu Bagaimana jika rasa sepi itu menenangkanku? Mereka bilang kesendirian itu menyedihkan Bagaimana jika kesendirian membuatku nyaman? Mereka bilang hidup bahagia adalah pencapaian Bagaimana jika tidak hidup adalah keberuntungan? Tidak, aku tidak sedang sedih dan depresi Bukankah turbulensi di dunia ini adalah keniscayaan? Aku tahu aku berlebihan Sudahlah, bermimpi saja yang banyak, Puan!
Rencana
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Aku beberapa kali mendapat kejutan yang tak mengejutkan Aku pernah merindukan sosok yang tak pernah ada dalam pikiran Aku sering merasa lelah berjalan, tapi tujuanku masih jauh di depan Kemudian aku menangis, karena merasa ketinggalan Hingga akhirnya aku membuat rencana : hidup yang tak perlu direncanakan
How Facial Prosthetics Bring Art And Design Together
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
kamu tidak akan pernah sampai di titik ini jika kamu melewatkan sedetik kejadian di masa lalu kamu tidak akan tahu jika ketinggalan pesawat adalah bentuk perlindungan Nya dari musibah kamu tidak tahu bahwa senyummu pada seseorang dapat membangkitkan rasa percaya dirinya kamu tidak tahu jika pelukan hangatmu pada seorang anak korban kekerasan membuatnya merasa memiliki tempat berlindung saya tidak tahu apa yang terjadi, jika saya melewatkan tulisan ini : Semoga apa yang kita jalani saat ini adalah doa-doa yang dulu pernah kita panjatkan. Entah kapan. Sampai kita lupa pernah mendoakan semua hal yang kita jalani saat ini. Berupa pekerjaan, pasangan, pernikahan, tempat tinggal, pendidikan, dan semua hal yang kadang lalai kita syukuri ini. Sebab, ada begitu banyak manusia kutemui sedang menjalani sesuatu yang tidak ia inginkan, sementara ia juga belum mampu memahami lebih dalam mengapa itu terjadi di hidupnya. Apalagi aku. Untuk itu, aku akan lebih banyak lagi berdoa... seban...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Beberapa hari yang lalu, seorang teman mengabarkan melalui pesan singkat, bahwa dia ingin bertemu saya. Teman perempuan yang baru saja menikah. Saya mengiyakan, karena memang sudah lama kami tak bertatap muka. Kami memutuskan untuk bertemu di sebuah mall. Sampai disana, kami mampir kedai teh. Saya tak sabar mendengar cerita tentang bahagianya dia setelah berbulan madu. Di tengah perbincangan, HP nya berdering. Diangkatlah panggilan telepon tersebut. Tiba - tiba dia menangis sesaat setelah menutup teleponnya. Dia berkata sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Dia depresi. Tahun 2018 lalu, saya juga menjenguk ibu seorang teman yang diopname akibat percobaan bunuh diri. Hari ini, saya mendengar kabar bahwa mantan pacar sahabat saya, diketahui hampir menenggak racun serangga. Setelah ditelusuri, percobaan bunuh diri sudah sering dia lakukan sejak 2014. Namun, Tuhan Maha Baik. Masih memberikan kesempatan hidup untuk dia. Saya tidak ingin membahas permasalaha...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Saya menulis karena saya ingin. Jika tulisan ini dibaca -oleh orang yang saya maksud- itu menjadi sebuah keajaiban Tuhan, karena pesan saya tersampaikan. Seringkali saya melakukan kesalahpahaman berulang, dengannya, orang yang sama. Dia teman yang baik. Dia bukan teman yang sempurna. Saya juga banyak kekurangan. Dia bisa membuat saya melihat sesuatu, secara divergen dan spontan. Amat berkebalikan dengan saya yang pada dasarnya penakut, pemalu, cenderung menutup diri. Seperti melihat diri saya yang lain -sisi yang selama ini saya sembunyikan- hanya di raga yang berbeda. Saya tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya. Terlalu takut dan berhati - hati untuk mengungkapkan, "Bolehkah saya berteman denganmu?". Ya, nyatanya memang kita berteman. Namun, ada hal - hal yang sebenarnya khawatir saya ungkapkan, takut menimbulkan perdebatan. Ini berhubungan dengan nilai - nilai yang sudah saya anut dan saya coba pegang teguh selama sekian tahun. Banyak hal yang membuat kita bers...
Sajak Kopi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Sayang... Aku ajak kamu ke kedai kopi Pesan secangkir kopi yang paling pahit Cukup secangkir Agar kita bisa berbagi getirnya hidup setelah menikah Mereka bilang menikah untuk mencari bahagia Apa kamu setiap hari bahagia melihatku? Kamu jangan bohong Atau aku basuh air ke wajahmu yang berjambang Sayang... Nanti kita ke kedai kopi yang ada hiburan lawak Kenapa harus lawak? Apa tidak takut tersedak, saat minum kopi sambil terbahak? Jangan khawatir, Sayang... Aku ingin kita menertawakan hidup Sekaligus menikmatinya Kita kan manusia yang tidak selalu berduka Ayo, segera bersiap, Sayang.. Nanti kita keburu mati Kalau aku dulu yang mati Jangan pesan kopi hanya secangkir Kamu harus pesan dua cangkir Cangkir kedua untuk istri kamu yang lain Aku tidak mau berbagi cangkir
How to Deal with Suicidal Thoughts #BellLetsTalk
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Aku tidak suka lari, melelahkan Apalagi ikut turnamen lari Meskipun hadiahnya jutaan dollar Aku tetap tak berminat Banyak orang serentak berlari Kaosnya basah berkeringat Terus berlari tanpa jeda sampai garis akhir Kadang mereka tak sengaja bersenggolan Ada yang tersungkur karena menginjak tali sepatu sendiri Ada yang pingsan di kilometer ke sekian Ada yang melambatkan larinya untuk sekedar minum dari botol Semoga dia tidak tersedak Melihat mereka saja, aku sesak, seperti kehilangan nafas Aku lebih suka berjalan, pelan, mengamati sekitar Aku bisa tahu rumah bercat hijau itu kaca jendela depannya sedikit retak Aku hapal makanan kesukaan anak balita Ibu Dwi adalah nasi tim brokoli Dia selalu lahap makan menu itu Setiap pukul 4 sore aku pasti mendengar suara tukang sate perempuan yang membawa dagangannya di atas kepala mungkin usianya lebih muda dariku Kadang aku iseng melongok interior rumah di ujung gang yang seringkali tertutup pagar besar ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Kita butuh keimanan, kita butuh mengimani apa yang diajarkan kepada kita. Sayangnya, keimanan kita bisa tiap saat naik turun. Keimanan kita bisa kapan saja goyah. Kita butuh teman yang bisa mengingatkan, kita butuh teman yang bisa menguatkan. Jika kita tidak menemui itu pada orang-orang di dekat kita. Carilah dimanapun, barangkali kau akan menemukannya di tempat penjual roti, barangkali kau akan menemukannya di pelataran masjid yang sering kau lewati, barangkali kau menemukannya pada perpustakaan yang sekadar kau pandang dari kejauhan. Atau justru kau menemukannya pada sosok di dunia maya. Carilah, carilah pada siapapun kau bisa menemukan tempat untuk membagi isi kepalamu. Jika kita terdampar pada rasa putus asa yang bekepanjangan dan merasa sendirian, carilah sesuatu agar rasa sendirian itu bisa berkurang bahkan hilang. Carilah, jangan biarkan kejiwaan semakin lemah karena hanya menunggu keajaiban datang. Terkadang menunggu adalah kebodohan yang kita...