Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Tidak Jujur

Aku sedang berbohong Bohong kalau aku bilang aku baik – baik saja Bohong kalau aku bilang aku bahagia Bohong kalau aku bilang aku tidak berlebihan Bohong kalau aku bilang hidup ini wajar Bohong kalau aku tertawa terbahak – bahak Bohong kalau aku lupa caranya menangis Bohong kalau aku diam Nyatanya semua itu bohong Aku sedih membohongi diriku sendiri Aku tak peduli orang lain telah aku bohongi Aku jujur kalau aku berbohong Kali ini aku tidak bohong Kamu masih percaya kan? Tolong  jangan berbohong padaku Aku lelah berbohong

.

Ada beberapa hal yang memang-sebaiknya-harus-ditahan, jangan diungkapkan sekarang dengan tergesa-gesa. Apalagi dengan situasi dan kondisi yang dirasa kurang mendukung. Tentang perasaan misalnya. Karena apapun yang sudah terlanjur di ungkapkan, akan mengubah kehidupan yang akan datang, pertemanan yang telah terjalin, dan perasaan itu sendiri. Semua berbeda. Aku tidak menyalahkan siapapun yang terlanjur mengungkapkan, itu hak mereka. Aku pun tidak menyalahkan mereka yang tidak kunjung mengungkapkan perasaan. Bahkan sampai mereka mati. Mereka pasti punya alasan tersendiri. Tidak ada yang salah dan benar. Manusia dewasa berhak untuk memilih. Dan aku lebih memilih untuk menahan.  Karena aku takut.  Takut memuja perasaanku sendiri, karena aku tidak bisa membedakan apakah aku tulus atau hanya kesenanganku sementara.  Takut banyak berharap, karena sewajarnya manusia selalu mengharap diberi harapan. Takut gamang, karena terlalu memikirkan perasaan itu sendiri....

Nasi yang Menangis

Jadi, begini teman. Dikisahkan saya dan seorang  teman ingin makan siang di sebuah tempat yang cukup ramai dan katanya enak. Hari itu cuaca memang cukup panas dan mendukung untuk lapar. Sambil menunggu pesanan datang, saya dan teman ngobrol – ngobrol cantik. Kemudian, datanglah mas – mas yang membawa beberapa piring pesanan. Sayangnya itu bukan pesenan saya. Tapi pesanan meja di seberang saya. Emang sih rombongan yang terdiri dari laki – laki dan perempuan usia dewasa awal itu datang lebih dahulu. Ya sudah, saya ikhlas kalau itu makanan belum jadi rejeki saya. Sabar Bel, kamu lagi lapar. Salah satu wanita dari rombongan itu melakukan hal kekinian sebelum makan. Biasalah di foto dulu makanannya. Entah mau di posting di facebook, twitter, instagram, atau path . Sesukanya aja sih. Cuma kadang nggak habis pikir aja. Kalo dibilang  saya nggak suka, emang kurang suka. Tapi yaudah, abaikan. Tapi yang bikin mengelus dada adalah makanan yang di foto tadi hanya dimakan sedikit. Ma...