Nasi yang Menangis

Jadi, begini teman. Dikisahkan saya dan seorang  teman ingin makan siang di sebuah tempat yang cukup ramai dan katanya enak. Hari itu cuaca memang cukup panas dan mendukung untuk lapar. Sambil menunggu pesanan datang, saya dan teman ngobrol – ngobrol cantik. Kemudian, datanglah mas – mas yang membawa beberapa piring pesanan. Sayangnya itu bukan pesenan saya. Tapi pesanan meja di seberang saya. Emang sih rombongan yang terdiri dari laki – laki dan perempuan usia dewasa awal itu datang lebih dahulu. Ya sudah, saya ikhlas kalau itu makanan belum jadi rejeki saya. Sabar Bel, kamu lagi lapar.

Salah satu wanita dari rombongan itu melakukan hal kekinian sebelum makan. Biasalah di foto dulu makanannya. Entah mau di posting di facebook, twitter, instagram, atau path. Sesukanya aja sih. Cuma kadang nggak habis pikir aja. Kalo dibilang  saya nggak suka, emang kurang suka. Tapi yaudah, abaikan. Tapi yang bikin mengelus dada adalah makanan yang di foto tadi hanya dimakan sedikit. Masih sisa lumayan banyak. Duh, gimana ya.. Bukannya rakus atau gimana, tapi kalau saya jadi temennya pasti uda saya habisin itu makanan. Gemes aja lihatnya. Dibungkus kek bawa pulang. Buat temen atau orang rumah. Kalau dia tinggal di Jerman udah kena denda tuh karena menyisakan makanan. Saya pernah baca postingan berita itu di grup whatsapp. Sayang kan kalau makanan yang terbilang enak dan nggak semua orang bisa makan itu , terbuang percuma. Masih banyak orang yang nggak bisa makan. Masih ada orang yang makan nasi aking. Sebel banget. Saya dan teman saya cuma bisa menatap makanan sisa itu tanpa berbuat apa – apa.

Dulu waktu kecil kalau makan nggak habis sering dibilangin,”Kalau makan harus habis, nanti nasinya nangis.” Ada benernya juga sih kalimat itu. Karena ngebayangin gimana susahnya proses tanaman padi diolah jadi beras kemudian jadi nasi. Tambah miris lagi banyak yang nggak bisa makan nasi di negara yang  katanya pernah jadi negara swasembada pangan. Kalau lagi makan di tempat formal seperti hotel berbintang atau pesta sering juga lihat makanan sisa. Ada berbagai alasan kenapa orang menyisakan makanan. Karena emang kenyang atau gengsi. Menurut mereka yang gengsi, piring yang bersih dari sisa makanan nunjukkin orang kampungan yang nggak pernah makan.  Apapun alasannya, menyisakan makanan itu nggak baik dan sikap yang kayak gitu nggak boleh dipelihara. Sebaiknya ambil makanan secukupnya sesuai dengan porsi  kita.

Dear.. nasi beserta lauk sisa orang yang kemarin... maaf ya aku nggak bisa berbuat apa - apa. Jangan nangis. Kamu rasanya enak kok. Semoga kamu baik - baik aja ditempat yang layak. Nanti kalo aku punya anak aku ajarin dia untuk lebih menghargai kamu. :"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Path