Path
Whoooossssaaaaahhhhhh.....
Itulah kesan yang saya rasakan di sepanjang tahun 2017.
Hah? Paan tuh?
Kesannya adalah banyakin menghela nafas. Ceritanya itu lagi menghela nafas. Silakan sesuaikan dengan imajinasi masing2.
Orang - orang datang dan pergi. Beberapa dari mereka menetap. Sisanya pergi. Yang memilih untuk menetap, sebagian berbagi dukungan, sebagian lagi berbagi beban. Muaranya satu, mencoba bertahan dengan keadaan, karena masih ada hari esok untuk dijalankan. Yang pergi suatu saat bisa kembali lagi dengan kondisi yang berbeda. Bisa lebih baik atau lebih buruk.
Harapan sering berbanding terbalik dengan realita. Tapi bergelut dengan diri sendiri itu lebih abadi, dan berlangsung setiap hari.
Respon terhadap sesuatu juga sering tidak pas dengan kebutuhan. Kadang meledak - ledak. Kadang terlalu lamban. Kadang tidak sabaran. Kadang empati. Kadang sekedar simpati. Kadang apatis. Kadang skeptis. Bahkan sinis.
Kita harus menerima bahwa ketidak idealan itu nyata. Kita harus menerima bahwa ketidak adilan itu ada. Kita harus menerima bahwa ada abu-abu diantara hitam dan putih.
Yang tidak kuat bisa terbawa arus. Membiasakan hal yang sebenarnya tidak biasa. Memaklumi sesuatu yang sebenarnya sudah jelas tidak bisa dimaklumi.
Haha.
Ya, kejam memang. Serem. Kadang. Sering.
Udah ya.
Jangan takut. Jangan menyerah. Jangan bosan berbuat baik dan menebar kebaikan.
Semoga selalu di jalan-Nya.
"Guide us to the straight path. The path of those upon whom You have bestowed favor, not of those who have evoked [Your] anger or of those who are astray. " (Al Fatihah :6-7)
Komentar