Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

Nyatanya

Secangkir kopi sore tadi membuatku masih terjaga malam ini. Aku tidak tega mengistirahatkan otakku yang sebenarnya lelah. Mata ini sungguh terlalu, membiarkan pemiliknya betah menulis di layar komputer semalaman. Ah… benar sekali katamu. Bahwa kopi adalah minuman candu, layaknya canduku pada musim hujan dan wangi keduanya. Katamu kau ingin main hujan, nyatanya saat hujan turun kau sembunyi dibalik payung. Kataku kau harus berhenti minum kopi, nyatanya kau malah memberi segelas es kopi yang kita minum berdua. Hanya menyeruput, katamu. Ya, nyatanya kita memang terlalu banyak berencana atas hal, yang nyatanya belum bisa kita lakukan. Sama seperti sore tadi. Katanya kita akan berpisah dan saling mengucapkan selamat tinggal. Nyatanya dua cangkir kopi terlanjur dingin, obrolan kita menghangat, dan hujan masih turun di luar kedai.  Masihkah bertahan dengan katanya? Sementara nyatanya berbeda?

Catatan Hati Seorang Nona

Sudah terlalu lama sendiri... sudah terlalu lama aku asyik sendiriLama tak ada yang menemani...  Penggalan  lirik lagu mas Kunto Aji yang berjudul “Terlalu Lama Sendiri”  ini mungkin ngena banget di hati para single fighter baca : jomblo seluruh dunia. Kalo saya mah nggak ngerasa jomblo, cuma sendirian, jadi  santai aja kayak di pantai. Tapi kalau boleh jujur, lagu itu emang asik sebagai bahan refleksi diri, sambil bercermin dan berbisik kepada angin, “Oh iya, baru inget ternyata aku lama asik sendiri, padahal muka kan uda mirip sama Alyssa Soebandono kasinoindro ” *kemudian cermin menangis dan retak* Entah kenapa masih banyak orang yang masih mempertanyakan status sendirian di usia yang terlanjur matang. Mungkin itulah orang yang peduli atau lebih tepatnya mau tau urusan orang atau  mungkin sekedar basa dan basi.  Alkisah, saya seorang  Nona yang kurang tidur sehingga di lingkaran matanya menghitam  bekas perjuangan sedari jaman or...