Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016
Diam adalah sebuah proses, menunggu waktu yang tepat untuk bicara. Diam adalah sebuah proses, melapangkan hati. Diam adalah sebuah proses, mencerna kalimat. Diam bukan berarti sunyi tanpa suara. Namun hati dan pikiran yang bersuara.
Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan hati yang sedang tak sehat. Mungkin hati yang sakit ini bukan sedang patah, tapi tergores karena tidak berhati - hati. Bukan, bukan karena cinta. Mungkin terlalu banyak prasangka dan kebencian disana - sini.
Dear You! Aku tahu sangat sulit bagimu bertahan. Aku tahu berat rasanya untuk tertawa lepas. Aku paham, tak mudah bagimu untuk selalu bersabar. Aku paham, tak semua orang bisa mengerti betapa ingin kamu berteriak dan merutuk dunia.Mereka yang selalu mengeluh padamu. Mereka yang selalu menambah masalahmu. Mereka yang ingin dimengerti, tapi tak mau memahami. Mereka yang meminta nasihat, tapi tak pernah bercermin. Mereka yang bertubuh dewasa, tapi bertingkah bocah. Entah berapa lapis topeng yang kamu pakai di wajah. Entah berapa lapis baja yang kamu kenakan di hatimu. Menunjukkan pada mereka, bahwa kamu baik- baik saja. Nyatanya kamu hanyalah manusia. Yang punya ribuan aib, setumpuk masalah, ratusan kekecewaan. Kamu menampung segudang air mata yang kamu tahan di pelupuk. Dan siap kamu tumpahkan. Saatnya dirimu berbincang dengan Tuhanmu.