Aku tidak suka lari, melelahkan

Apalagi ikut turnamen lari

Meskipun hadiahnya jutaan dollar

Aku tetap tak berminat

Banyak orang serentak berlari

Kaosnya basah berkeringat

Terus berlari tanpa jeda sampai garis akhir

Kadang mereka tak sengaja bersenggolan

Ada yang tersungkur karena menginjak tali sepatu sendiri

Ada yang pingsan di kilometer ke sekian

Ada yang melambatkan larinya untuk sekedar minum dari botol

Semoga dia tidak tersedak

Melihat mereka saja, aku sesak, seperti kehilangan nafas

Aku lebih suka berjalan, pelan, mengamati sekitar

Aku bisa tahu rumah bercat hijau itu kaca jendela depannya sedikit retak

Aku hapal makanan kesukaan anak balita Ibu Dwi adalah nasi tim brokoli

Dia selalu lahap makan menu itu

Setiap pukul 4 sore aku pasti mendengar suara tukang sate perempuan yang membawa dagangannya di atas kepala

mungkin usianya lebih muda dariku

Kadang aku iseng melongok interior rumah di ujung gang yang seringkali  tertutup pagar besar

Ya walaupun aku tahu itu tidak sopan

Aku penasaran semegah apa ruangan di dalamnya

Dari luar saja tiang - tiangnya menjulang dan kokoh

Apa penghuni rumah tersebut introvert sepertiku?

Aku lebih memilih berjalan kaki menelusuri gang kecil berjam - jam ketimbang lari jarak pendek

Bukan karena aku punya penyakit asma

Bukan karena aku tidak suka merasa terengah - engah

Aku tidak ingin cepat sampai tujuan

Aku hanya ingin menikmati perjalanan

Tak masalah jika hanya berdua bersama bayangan

Aku tetap senang 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Path