Sajak Kopi
Sayang...
Aku ajak kamu ke kedai kopi
Pesan secangkir kopi yang paling pahit
Cukup secangkir
Agar kita bisa berbagi getirnya hidup setelah menikah
Mereka bilang menikah untuk mencari bahagia
Apa kamu setiap hari bahagia melihatku?
Kamu jangan bohong
Atau aku basuh air ke wajahmu yang berjambang
Sayang...
Nanti kita ke kedai kopi yang ada hiburan lawak
Kenapa harus lawak?
Apa tidak takut tersedak, saat minum kopi sambil terbahak?
Jangan khawatir, Sayang...
Aku ingin kita menertawakan hidup
Sekaligus menikmatinya
Kita kan manusia yang tidak selalu berduka
Ayo, segera bersiap, Sayang..
Nanti kita keburu mati
Kalau aku dulu yang mati
Jangan pesan kopi hanya secangkir
Kamu harus pesan dua cangkir
Cangkir kedua untuk istri kamu yang lain
Aku tidak mau berbagi cangkir
Aku ajak kamu ke kedai kopi
Pesan secangkir kopi yang paling pahit
Cukup secangkir
Agar kita bisa berbagi getirnya hidup setelah menikah
Mereka bilang menikah untuk mencari bahagia
Apa kamu setiap hari bahagia melihatku?
Kamu jangan bohong
Atau aku basuh air ke wajahmu yang berjambang
Sayang...
Nanti kita ke kedai kopi yang ada hiburan lawak
Kenapa harus lawak?
Apa tidak takut tersedak, saat minum kopi sambil terbahak?
Jangan khawatir, Sayang...
Aku ingin kita menertawakan hidup
Sekaligus menikmatinya
Kita kan manusia yang tidak selalu berduka
Ayo, segera bersiap, Sayang..
Nanti kita keburu mati
Kalau aku dulu yang mati
Jangan pesan kopi hanya secangkir
Kamu harus pesan dua cangkir
Cangkir kedua untuk istri kamu yang lain
Aku tidak mau berbagi cangkir
Komentar