Beberapa hari yang lalu, seorang teman mengabarkan melalui pesan singkat, bahwa dia ingin bertemu saya. Teman perempuan yang baru saja menikah. Saya mengiyakan, karena memang sudah lama kami tak bertatap muka. Kami memutuskan untuk bertemu di sebuah mall.
Sampai disana, kami mampir kedai teh. Saya tak sabar mendengar cerita tentang bahagianya dia setelah berbulan madu. Di tengah perbincangan, HP nya berdering. Diangkatlah panggilan telepon tersebut. Tiba - tiba dia menangis sesaat setelah menutup teleponnya. Dia berkata sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Dia depresi.
Tahun 2018 lalu, saya juga menjenguk ibu seorang teman yang diopname akibat percobaan bunuh diri.
Hari ini, saya mendengar kabar bahwa mantan pacar sahabat saya, diketahui hampir menenggak racun serangga. Setelah ditelusuri, percobaan bunuh diri sudah sering dia lakukan sejak 2014. Namun, Tuhan Maha Baik. Masih memberikan kesempatan hidup untuk dia.
Saya tidak ingin membahas permasalahan hidup yang mereka hadapi. Tidak ingin pula membandingkan kisah hidup satu orang dengan lainnya. Mereka sedang menjalani porsinya masing - masing.
Saya mencoba mengerti, bahwa perasaan sedih yang dirasakan manusia bukan hal yang bisa diabaikan begitu saja. Bahkan Rasulullah SAW, teladan kita, mengalami tahun kesedihan saat istri dan pamannya meninggal dunia. Segala bentuk emosi adalah hal yang manusiawi.
Mengakui kelemahan dan ketidakberdayaan mungkin salah satu cara menerima segala kepahitan dalam hidup. Kalau memang menangis melegakan, menangislah.
Satu hal, jangan berputus asa. Selalu ada harapan. Karena harapan membuat kita antusias melalui hidup dan tantangannya. Ketika kita masih bisa bangun dari tidur, Tuhan masih memberikan kesempatan kita untuk berharap dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
There’s always hope! Something will happen for sure. It always does.
Asah empati dan kepekaan kita, agar bisa lebih peduli kepada orang terdekat. Jangan menyalahkan dan menghakimi. Saya pun masih mencoba untuk melakukan hal ini. Masih perlu belajar dan belajar, untuk lebih memanusiakan manusia. Mencoba mendengar dan memahami. Mungkin bisa membantu mencarikan solusi.
Semoga kita tidak termasuk golongan yang berputus asa dari rahmat Nya. Semoga kita bisa menjadi penyemangat hidup bagi orang yang kita sayangi.
Komentar