Postingan

Berdua

Malam ini sama seperti malam kemarin. Hanya ada suara gemericik air di taman belakang rumah. Langit  tidak menampakkan purnamanya. Ada satu, dua, atau tiga bintang yang terlihat. Entahlah aku tidak begitu jelas mengamatinya. Rasanya warna langit malam ini terlalu gelap. Sayangnya, aku tidak ingin tidur. Aku takut mataku terpejam. Secangkir kopi mungkin cukup membuatku bertahan semalaman. Pikiranku memang penat. Hatiku lelah dengan segala prasangka. Tapi aku harap malam ini aku tidak bisa tidur. Aku ingin terjaga. Aku harap ini malam yang panjang. Bukannya aku tidak ingin bertemu pagi. Aku khawatir pagi tidak sehening malam ini. Tidak ada suara. Sunyi dan damai. Karena pagi ramai dengan manusia. Mereka sibuk dengan urusan masing masing. Lagipula, sinar matahari pagi terlalu menyilaukan bagiku. Meskipun aku sadar, datangnya pagi adalah sebuah kepastian. Sudahlah, pagi masih ada beberapa jam lagi. Yang jelas aku tidak ingin melewatkan malam ini. Malam ini memang sama sep...
Gambar
Mungkin kamu pernah terdampar di sebuah pulau yang tidak pernah kamu harapkan untuk singgah. Tapi Tuhan berkehendak lain. Dia mengajarkan kamu bagaimana caranya agar tetap bertahan di pulau tersebut. Butuh waktu bertahun - tahun untuk memahami. Hingga pada akhirnya kamu mulai menikmati kehidupan di pulau itu. Melebur dengan penduduknya. Mempelajari bahasanya. Beradaptasi dengan lingkungannya. Dan disaat kamu mulai merasa nyaman berada disana. Kamu ingat bahwa kamu harus pulang. Cita - cita jadi arsitek, interior desainer, dan pelukis yang tertunda

Terjebak

Aku berjalan sendiri. Menyusuri lorong sunyi dan gelap. Cahaya bulan sedikit menemani. Meskipun tidak begitu membantu. Aku benar - benar sendiri. Hanya meraba dinding lorong. Berharap aku tidak terjatuh. Aku ingin mencoba berlari. Tapi aku khawatir terperosok. Aku ingin teriak. Tidak ada manusia yang mendengar. Aku tercekat dan berhenti bernafas. Tapi jantungku masih berdetak. Aku terjebak. Aku berjalan sendiri. Berkeliling pasar malam. Sorot lampu memenuhi sudut. Sungguh ramai sekali. Ratusan manusia berkumpul pada satu tempat. Suara bising, dentuman musik, lagu, apapun itu. Terasa memekakkan telinga. Banyak orang bicara. Mereka tertawa lepas. Berisik sekali. Aku tenggelam dan ingin keluar dari kerumunan. Aku ingin teriak. Tapi suara mereka lebih tinggi dari teriakanku. Aku butuh oksigen. Terlalu pengap disini. Aku terjebak. Ada yang salah denganku. Aku selalu merasa terjebak dimanapun. Aku bingung. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku sudah teriak. Tapi sepertinya...

Monolog Langit

Ayah mengatakan tak ada salahnya sesekali pandangi langit. Kata ayah, langit bukan hanya tempat sekumpulan awan yang menggumpal. Langit bukan hanya perkara musim dan ramalan cuaca. Makna langit lebih dari itu. Karena langit adalah tempat berkumpulnya harapan dan doa. Langit adalah tempat yang sangat amat luas dan kamu tidak akan pernah mengetahui seberapa luas bentangan langit. Bagaimana bisa langit berdiri kokoh tanpa ada penyangga? Aku juga tidak tahu. Mungkin tidak akan sanggup memikirkannya. Aku selalu tersenyum melihat langit. Sepertinya teduh dan damai disana. Langit mengingatkan pada  penantian kesabaran. Karena akan ada hujan setelah kemarau panjang. Langit mengajarkan kesederhanaan.  Karena seluas apapun langit, manusia selalu meninggalkan jejak kakinya di bumi.  Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi  di langit. Yang aku tahu, langit selalu terlihat indah meskipun tanpa bulan dan bintang. Melihat langit seperti melihat kebebasan yang tiada uj...
Perlahan jalan cerita yang ada di buku itu mulai terkuak. Satu per satu mulai berganti bab. Alur ceritanya tersusun secara sistematis. Rapi sekali. Tidak ada yang terlewatkan. Bahkan satu halaman pun. Semua rasa ada di buku itu. Bisakah kita mengganti jalan cerita buku itu? Bisa saja. Tunggu, apakah kamu penulisnya? Jika bukan, yakinkan saja pada Penulis yang sebenarnya. Penulis buku itu tidak pernah salah dalam menuliskan setiap kisah. Kita hanya bisa menjadi penikmat jalan cerita. Kita hanya bisa bersabar, hingga kita selesai membaca halaman terakhir buku itu. Berharap kisahnya berakhir baik.

Is It Love or Lust?

 Ada beberapa hal yang kita lakukan tapi tidak kita ketahui alasannya. Salah satunya adalah cinta atau mencintai. Bahasan kali ini memang agak galau. Melankolis sedikit boleh lah ya. Tidak semua orang mudah mencintai. Kalau sekadar simpati dengan orang lain itu sih hal yang mudah. Entah hal apapun itu, seseorang bisa dengan mudah mendapat simpati dari orang lain. Tidak melulu pria berwajah tampan. Bisa jadi wajah kalah bersaing dengan akang Dude Herlino. Namun secara personal orang  tersebut friendly, ramah, humoris, dan lain – lain. Then you’ve got that . Tidak perlu lah bertindak secara berlebihan untuk menarik simpati orang lain. Karena sesuatu yang berlebihan tidak selalu baik. Tapi untuk urusan mencintai atau jatuh cinta bagi beberapa orang (termasuk saya #eh), bukan perkara mudah. Cinta loh..cinta.. bukan simpati atau suka. Bedakan antara cinta, simpati, suka, obsesi dan apapun itu sebutannya. Menurut pribadi saya, cinta adalah level tertinggi dari perasaan...

Tentang Putri Kecil

     Putri kecil yang dulu berambut sebahu dan berponi kini sudah beranjak dewasa. Dia bukan lagi putri kecil yang membawa bekal  ke sekolah setiap hari. Dulu, dia sangat sering membawa nasi goreng telur dadar yang disiapkan ibunya. Rasanya memang sedikit hambar. Tapi bagi putri kecil itu adalah nasi goreng paling enak di dunia. Klise. Memang klise. Namun putri kecil yang kini telah dewasa sadar, apapun masakan yang dimasak dengan penuh cinta rasanya pasti enak.      Putri kecil saat ini bukan putri kecil yang dulu sering menangis ketika dihina temannya. Putri kecil menjadi lebih tegar ketika dia dewasa. Dia ingat ibunya pernah berkata,”Nak, apapun yang dikatakan temanmu jangan diambil hati. Masih banyak orang yang lebih susah dari kita tetapi masih bisa tertawa. Mereka tertawa bahagia karena Tuhan masih memberikan kesempatan untuk hidup”. Saat ini putri kecil  sudah jarang menangis. Oh iya, dia menangis ketika melihat ibu dan ayahnya menangis...