Monolog Langit
Ayah mengatakan tak ada salahnya
sesekali pandangi langit. Kata ayah, langit bukan hanya tempat sekumpulan awan
yang menggumpal. Langit bukan hanya perkara musim dan ramalan cuaca. Makna
langit lebih dari itu. Karena langit adalah tempat berkumpulnya harapan dan
doa. Langit adalah tempat yang sangat amat luas dan kamu tidak akan pernah
mengetahui seberapa luas bentangan langit. Bagaimana bisa langit berdiri kokoh
tanpa ada penyangga? Aku juga tidak tahu. Mungkin tidak akan sanggup
memikirkannya.
Aku selalu tersenyum melihat langit.
Sepertinya teduh dan damai disana. Langit mengingatkan pada penantian
kesabaran. Karena akan ada hujan setelah kemarau panjang. Langit mengajarkan
kesederhanaan. Karena seluas apapun langit, manusia selalu meninggalkan
jejak kakinya di bumi.
Aku tidak tahu apa yang sebenarnya
terjadi di langit. Yang aku tahu, langit selalu terlihat indah meskipun
tanpa bulan dan bintang. Melihat langit seperti melihat kebebasan yang tiada
ujung.
Aku memang tidak tahu apa yang terjadi
di langit. Semburat jingga ketika senja. Hitam pekat tanpa bulan dan bintang.
Biru kelabu menjelang hujan. Yang aku tahu, langit selalu terlihat berwarna
meskipun tanpa pelangi.
Aku memang tidak tahu apa yang
terjadi di langit. Bagiku merebahkan diri sambil menatap langit adalah hal yang
mengagumkan. Karena dengan menatap langit aku dapat mengingat Mu.
Komentar