Terjebak

Aku berjalan sendiri. Menyusuri lorong sunyi dan gelap. Cahaya bulan sedikit menemani. Meskipun tidak begitu membantu. Aku benar - benar sendiri. Hanya meraba dinding lorong. Berharap aku tidak terjatuh. Aku ingin mencoba berlari. Tapi aku khawatir terperosok. Aku ingin teriak. Tidak ada manusia yang mendengar. Aku tercekat dan berhenti bernafas. Tapi jantungku masih berdetak. Aku terjebak.

Aku berjalan sendiri. Berkeliling pasar malam. Sorot lampu memenuhi sudut. Sungguh ramai sekali. Ratusan manusia berkumpul pada satu tempat. Suara bising, dentuman musik, lagu, apapun itu. Terasa memekakkan telinga. Banyak orang bicara. Mereka tertawa lepas. Berisik sekali. Aku tenggelam dan ingin keluar dari kerumunan. Aku ingin teriak. Tapi suara mereka lebih tinggi dari teriakanku. Aku butuh oksigen. Terlalu pengap disini. Aku terjebak.

Ada yang salah denganku. Aku selalu merasa terjebak dimanapun. Aku bingung. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku sudah teriak. Tapi sepertinya itu tidak cukup. Aku butuh kekuatan lain. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Path