Berdua


Malam ini sama seperti malam kemarin. Hanya ada suara gemericik air di taman belakang rumah. Langit  tidak menampakkan purnamanya. Ada satu, dua, atau tiga bintang yang terlihat. Entahlah aku tidak begitu jelas mengamatinya. Rasanya warna langit malam ini terlalu gelap.

Sayangnya, aku tidak ingin tidur. Aku takut mataku terpejam. Secangkir kopi mungkin cukup membuatku bertahan semalaman. Pikiranku memang penat. Hatiku lelah dengan segala prasangka. Tapi aku harap malam ini aku tidak bisa tidur. Aku ingin terjaga.

Aku harap ini malam yang panjang. Bukannya aku tidak ingin bertemu pagi. Aku khawatir pagi tidak sehening malam ini. Tidak ada suara. Sunyi dan damai. Karena pagi ramai dengan manusia. Mereka sibuk dengan urusan masing masing. Lagipula, sinar matahari pagi terlalu menyilaukan bagiku. Meskipun aku sadar, datangnya pagi adalah sebuah kepastian.

Sudahlah, pagi masih ada beberapa jam lagi. Yang jelas aku tidak ingin melewatkan malam ini. Malam ini memang sama seperti malam kemarin. Tapi bisa saja malam ini adalah malam terakhirku. Dan jika itu terjadi, maka aku akan sangat menyesal membuat malam ini terhapus begitu saja. Sungguh! Aku tidak mau malam ini berlalu. Karena aku ingin menghabiskan malam panjang ini hanya berdua. Ya, hanya berdua dengan – Mu.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Path