Postingan

Diam adalah sebuah proses, menunggu waktu yang tepat untuk bicara. Diam adalah sebuah proses, melapangkan hati. Diam adalah sebuah proses, mencerna kalimat. Diam bukan berarti sunyi tanpa suara. Namun hati dan pikiran yang bersuara.
Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan hati yang sedang tak sehat. Mungkin hati yang sakit ini bukan sedang patah, tapi tergores karena tidak berhati - hati. Bukan, bukan karena cinta. Mungkin terlalu banyak prasangka dan kebencian disana - sini.
Dear You! Aku tahu sangat sulit bagimu bertahan. Aku tahu berat rasanya untuk tertawa lepas. Aku paham, tak mudah bagimu untuk selalu bersabar. Aku paham, tak semua orang bisa mengerti betapa ingin kamu berteriak dan merutuk dunia.Mereka yang selalu mengeluh padamu. Mereka yang selalu menambah masalahmu. Mereka yang ingin dimengerti, tapi tak mau memahami. Mereka yang meminta nasihat, tapi tak pernah bercermin. Mereka yang bertubuh dewasa, tapi bertingkah bocah. Entah berapa lapis topeng yang kamu pakai di wajah. Entah berapa lapis baja yang kamu kenakan di hatimu. Menunjukkan pada mereka, bahwa kamu baik- baik saja. Nyatanya kamu hanyalah manusia. Yang punya ribuan aib, setumpuk masalah, ratusan kekecewaan. Kamu menampung segudang air mata yang kamu tahan di pelupuk. Dan siap kamu tumpahkan. Saatnya dirimu berbincang dengan Tuhanmu.
Aku yang berdiam bukan tidak ingin bicara Hanya sedang bermonolog, sebelum membuat dialog Karena justru banyak hal yang harus ditanyakan kepada diri sendiri Sebelum disampaikan ke orang lain Dunia tidak perlu tahu gemuruh hati Biarkan mereka menerka dengan logika sendiri Seringnya manusia hanya berbasa - basi Kenyatannya tidak ada yang peduli Jadi, nikmatilah setiap detak jantungmu bersama jiwa ragamu yang sunyi.

Introvert

Aku selalu merindukan waktu, saat senja bergulir menjadi malam. Artinya aku bisa berbicara berdua denganmu. Tanpa sekat. Tanpa batas. Tanpa perlu malu dan ragu. Kita berbicara apa saja tentang hidup. Hidup yang ada sekarang dan hidup yang nanti akan datang. Kau tahu, kenapa kita hanya berbicara menjelang tidur? Karena saat siang kita terlalu sibuk diam, untuk mendengarkan yang lain bicara. Mereka terlalu berisik. Sampai kita berdua tidak bisa lagi saling mendengar. Meskipun sekedar sayup bisikan. Hai kamu, yang ada di cermin! Terima kasih sudah menjadi teman bicara setiap malam. Entah mengapa aku percaya kamu bisa menjaga rahasiaku. Aku tidak tahu siapa lagi yang bisa ku percaya selain kamu. Dan Tuhan pastinya. Tolong jangan pergi. Aku khawatir dan takut dengan mereka,  yang  menamakan dirinya manusia.

Tidak Jujur

Aku sedang berbohong Bohong kalau aku bilang aku baik – baik saja Bohong kalau aku bilang aku bahagia Bohong kalau aku bilang aku tidak berlebihan Bohong kalau aku bilang hidup ini wajar Bohong kalau aku tertawa terbahak – bahak Bohong kalau aku lupa caranya menangis Bohong kalau aku diam Nyatanya semua itu bohong Aku sedih membohongi diriku sendiri Aku tak peduli orang lain telah aku bohongi Aku jujur kalau aku berbohong Kali ini aku tidak bohong Kamu masih percaya kan? Tolong  jangan berbohong padaku Aku lelah berbohong

.

Ada beberapa hal yang memang-sebaiknya-harus-ditahan, jangan diungkapkan sekarang dengan tergesa-gesa. Apalagi dengan situasi dan kondisi yang dirasa kurang mendukung. Tentang perasaan misalnya. Karena apapun yang sudah terlanjur di ungkapkan, akan mengubah kehidupan yang akan datang, pertemanan yang telah terjalin, dan perasaan itu sendiri. Semua berbeda. Aku tidak menyalahkan siapapun yang terlanjur mengungkapkan, itu hak mereka. Aku pun tidak menyalahkan mereka yang tidak kunjung mengungkapkan perasaan. Bahkan sampai mereka mati. Mereka pasti punya alasan tersendiri. Tidak ada yang salah dan benar. Manusia dewasa berhak untuk memilih. Dan aku lebih memilih untuk menahan.  Karena aku takut.  Takut memuja perasaanku sendiri, karena aku tidak bisa membedakan apakah aku tulus atau hanya kesenanganku sementara.  Takut banyak berharap, karena sewajarnya manusia selalu mengharap diberi harapan. Takut gamang, karena terlalu memikirkan perasaan itu sendiri....