Tjoerhat

Curhatan kali ini disponsori oleh indomee yang tumben banget di makannya tiga kali dalam seminggu. Biasanya ako tuh rada anti gitu makan indomee. Berusaha makan indomee dalam keadaan sadar penuh. jadi ngga kebanyakan, sebulan dua kali lah. Tapi ngga tau kenapa minggu2 ini indomee sangat menggugah seleraku.

Ngga kerasa ya dua bulan lagi uda masuk 2018. Ako ngga lagi galau. Cuma lagi mikir aja uda ngapain setahun ini. Berapa banyak waktu yang sudah kamu sia - sia kan? Berapa banyak makhluk yang sudah kamu kecewakan? Seberapa sering kamu galau ngga jelas?  dan lain2. Seberapa sering rencanamu gagal? Seberapa sering kamu mempersiapkan plan B-Z dalam hidup?

Kalo ditanya, apa yang kao dapat dari opsi yang sudah kao jalankan? Ako jawab " aku dapat hikmahnya" wkwkwk.

Menjelang ganti tahun ini, resolusi ako kayaknya ngga muluk2. Semoga makin kemari makin jadi manusia yg bermanfaat. ngga cuma menuh2in bumi aja. makin kemari makin sehat jiwa raga nya. makin kemari makin baik ibadah dan akhlaknya. makin bersyukur dan sabar.

Beberapa hal yang sudah ako sebutin mungkin bisa jadi resolusi yang agak realistis. karena sifatnya general dan ngga banyak detail. semakin general sebuah resolusi, makin banyak makna ngga sih? jadi gampang dicapai. wkwkwk, ngeles aja kamo, Bell. tapi ya itu, harus konsisten menjalankan resolusi yang ako sebutin, karena sifatnya intangible.

Tapi kalo resolusinya seperti : mobil 9 unit, rumah 8 unit, gerobak 6 unit, truk 2 kodi, sawah 3,5 hektar, investasi tanah 250 kg...... bla bla bla bla, ya mungkin gampang bagi sebagian orang untuk mencapainya. pake cara apapun ngga peduli. tapi capek ngga sih? otomatis harus kerja pergi pagi pulang malam terus menerus? soalnya aku anaknya gampang capek. wkwkwk
btw sejak kapan satuan tanah pake kilogram, Bell.

You get the point ?
Sebagian orang mungkin terlalu mempertimbangkan untung rugi dalam mengambil keputusan. Mungkin termasuk ako di dalamnya. Tapi segala sesuatu emang ngga bisa dilihat untung rugi. Kadang perlu mempertimbangkan asas manfaat. yang mungkin manfaat itu ngga kita rasakan langsung.


Jadi, kalau kamo ngerasa telah mengambil keputusan, dan itu melalui pertimbangan yang matang. eh, tiba tiba zonk. tiba - tiba harus buat rencana baru. pake rencana cadangan. disitulah kebesaran jiwa diperlukan. Kamo dituntut untuk lebih bersabar, lebih legowo, lebih lihat peluang lagi, lebih fleksibel, lebih optimis masih ada kesempatan, lebih , lebih, lebih dan seterusnya. 

Enjoy the journey and keep going.

Kamo nya itu, kamo loh Bell. bukan yang lain. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Path