SOSMED

Kehadiran facebook sebagai media sosial yang cukup terkenal saat itu, tidak membuat saya bersegera membuat akunnya. Padahal, saat itu masa SMA (please, jangan tanya umur!), banyak sekali teman yang meminta saya membuat akun facebook. Namun, saya belum menemukan dimana menariknya.

Sampai pada tahun 2010 seorang teman membuatkan akun facebook untuk saya. Iya, teman yang membuatkan. Dengan alasan, agar saya  dapat di tag melalui foto yang dibagikannya di facebook.

Bisa dibilang, saya cukup jarang membagikan sesuatu di facebook. Tapi pernah kok. Yang saya bagikan mungkin memang ngga menarik sih buat sebagian orang. Tapi saya suka. biasanya saya paling sering share tentang desain atau arsitektur sebuah tempat. post itu juga bisa dihitung dengan jari, saking jarangnya. ada juga sih temen yang pernah nge hack facebook saya melalui status yang absurd. tapi ngga saya hapus. lumayan lah nambah2 like, wkwk.
Dan menurut saya, sekarang facebook ramai dan panas banget. Apalagi jelang pemilihan kepala daerah. Banyak berita hoax dan status yang ngemis like ngga jelas. Karena alasan itulah saya jarang mengakses akun facebook.

Tahun 2012 saya mulai tertarik nge-receh di twitter karena seru. Awalnya sih ngga tertarik juga dan berpikir, apa bedanya sama facebook yang sama sama buat status. Saya lupa, alasan tepatnya membuat akun twitter. Tapi setelah dicoba, lumayan menarik apalagi karakternya terbatas, ngga sebanyak facebook. Karena membuat kalimat 'menarik' cuma dalam 140 karakter itu ngga gampang. 'Menarik' loh ya, ngga sekedar kalimat, 'bete nih gw', 'kzl bat dah today',atau kalimat 'aku sayang kamu'. Biasanya yang saya tweet tentang opini dan kejadian random yang baru dialami. Biar dunia tau kalo aku ada, wkwk. Tapi agak ngga enaknya twitter, informasi terbaru selalu hadir begitu cepat. Apalagi saya tipe yang banyak mengikuti akun orang, bahkan ada seribuan following. Berbanding terbalik dengan follower yang hanya ratusan. Kebayang kan sebanyak apa tweet yang ada di timeline, wkwk. Kebanyakan informasi juga ngga baik menurut saya. Untuk itulah saya ngga terlalu sering buka - buka twitter.

Kemudian, berkenalan dengan tumblr yang unik. Sosial media mirip gabungan antara twitter dengan blogspot.
Awalnya menemukan tumblr karena kegalauan. Kok hidup kayak cuma numpang makan tidur aja. Ngga ada faedahnya. Sampai saya menemukan akun tumblr teman baik saya, Nina dan membaca tulisannya. Saat itu juga ngga ada alasan ngga bikin akun tumblr. Kemudian saya meminta rekomendasi Nina, akun tumblr yang menarik. Dan terussssss berlanjut mengakses akun tumblr sampai detik ini. Saya amat sangat bahagia mengakses tumblr. Sebenernya, bagus tidaknya tumblr kamu tergantung dari akun tumblr yang kamu follow. Semakin menarik akun yang kamu follow, maka akan makin berfaedah konten tumblr kamu. Akun ini juga tidak melupakan tentang copyright. Karena kalau kita mereblog sebuah tulisan, nama penulis aslinya masih terpampang di tulisan tersebut.

Sampailah pada akun instagram. Sebenarnya saya mencoba mengikuti tren. Toh feeds instagram saya ngga bagus. Sering ngga nyambung antara gambar dan caption. Tapi yaudalah ya, saya bikin instagram bukan buat cari follower. Jujur, saya juga agak jenuh dengan instagram yang rame banget, pusing lihatnya. Ngga tau, ngga cocok aja sama instagram. Jadi ngga terlalu sering buka instagram.

Dan itulah bermacam - macam alasan saya mengikuti sosial media. Diantara sekian banyak sosial media, tidak semuanya saya ikuti dan akses secara rutin. Sesuaikan dengan kebutuhan. Ambil yang baik - baik. Tinggalkan yang buruk - buruk. Pilih sosial media yang membantumu meningkatkan kapasitas diri. Jangan terlalu percaya sosial media yang memang dikemas menarik sedemikian rupa. Jangan terlalu hanyut di sosial media. Sapalah mereka, orang tuamu, saudaramu, sahabatmu, tetanggamu. Karena mereka itulah yang nyata, bukan maya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Path