PemberianNya terukur dalam takaran kebijaksanaan yang sulit kamu pahami dan seringnya baru dipahami belakangan. 
Kita yang sering suka menerka-nerka, menghubung-hubungkan kejadian yang satu dengan yang lain sebagai pembenaran atas asumsi kita. Kita sering merasa ada ketidakadilan, padahal kita sendiri yang tidak adil pada diri sendiri karena membanding-bandingkan.
Apa yang ditakdirkan menjadi milikmu tidak akan pernah menjadi milik yang lain. Hanya saja, seberapa sering kita merelakan apa yang kita genggam untuk diberikan kepada yang lain. Bukan yang terus menerus kita genggam erat. (Kurniawan Gunadi) 
selamat datang di kehidupan seperempat abad, sis!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Path