Pilihan


Masih ingat tentang teori sperma dan ovum? Kita manusia yang sudah lahir ke muka bumi adalah hasil perjuangan satu sel sperma diantara banyak sel sperma yang menuju ovum. Kita yang lahir di dunia ini adalah manusia pilihan-Nya.  

Sebenarnya dari awal hidup kita tidak terlepas dari pilihan, memilih, dan dipilih. Akal dan hati adalah faktor yang mempengaruhi pilihan manusia. Dan memang tidak mudah dalam memilih. Apapun. Bagaimana dengan penyesalan? Penyesalan adalah konsekuensi logis dalam sebuah pilihan. 

Apapun pilihan yang kamu hadapi, semoga kamu memilih tidak hanya menggunakan logika akal, tetapi juga dengan hati. Coba tanyakan hati kecilmu, apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Apa yang membuat hatimu merasa nyaman dan tentram. Jujur pada diri sendiri itu perlu. Dan ketika kita sudah menentukan pilihan, kita harus siap menghadapi konsekuensinya. Kalau kita kecewa dengan pilihan? Kecewa itu hal yang wajar. Tapi kita harus berani untuk kecewa.

Jangan lupa untuk selalu melibatkan-Nya dalam setiap pilihan. Semoga Dia meridhoi pilihan kita. Semoga kita ikhlas dengan segala ketetapan-Nya.

 “...apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (Q.S. Ali-Imran : 159)

Selamat memilih. Semoga apapun yang kita pilih selalu mendekatkan kita kepada kebaikan. Aamiin.
Wallahu’alam Bishowab.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Path