Mencari
Seharian aku berkeliling tempat ini mencarinya. Tiap sudut
aku periksa dengan cermat. Bahkan tempat gelap sekalipun. Tetap saja nihil. Aku sudah
bertanya kesana kemari. Tidak ada yang tahu pasti. Aku resah. Waktu terus berlari.
Detik berganti menit. Menit berganti jam. Jam berganti hari. Begitu seterusnya.
Konsentrasiku buyar. Keringatku mulai bercucuran. Aku panik. Nafasku tersengal.
Mataku basah.
Aku mulai menarik nafas
dalam dan panjang. Aku pejamkan mata. Berusaha merasakan hembusan angin, yang
lembut menyentuh kulit. Saat aku membuka mata. Aku melihat ke langit kosong. Apa yang sebenarnya sedang aku cari? Orang –
orang itu memaksaku terus mencari. Padahal aku tidak tahu apa yang sedang aku
cari. Mereka bilang ,“Cari pundi – pundi di atas bara! Kamu bisa
menggunakannya.” Berarti aku harus siap dengan rasa panas di telapak kakiku
yang melepuh. Sebagian dari mereka berteriak, “Coba kamu lihat di balik gunung itu! Banyak batu bernilai. Kamu bisa
menjualnya.” Artinya aku harus siap tersesat dalam perjalanan menuju gunung.
Mungkin akan mati mengenaskan diterkam singa. Ah... Seberapa banyak koin, emas,
bahkan berlian dan permata sekalipun, aku tidak ingin tersiksa.
Jadi, apa yang
sebenarnya sedang aku cari? Ternyata ada disini, di hati.
Komentar