Diam


Aku butuh waktu untuk diam. Berlama – lama di kegelapan. Memejamkan mata dan menghirup udara malam. Menikmati setiap tarikan dan hembusan nafas. Menenangkan jiwa yang berontak. Melepaskan prasangka buruk. Mencoba berdamai dengan dunia.

Aku butuh waktu untuk diam. Hanya mengamati. Tidak ingin banyak berkata. Tidak ada yang perlu disampaikan. Karena memang tidak butuh penjelasan. Cukup mata yang melihat. Telinga yang mendengar. Otak yang berpikir. Hati yang merasakan.

Aku butuh waktu untuk diam. Bahkan cenderung apatis. Sedang tidak ingin kritis. Tidak tahu sampai kapan. Mungkin sampai aku mencapai ketenangan, dalam sebenar – benarnya diam. Karena dalam diamku, Kau pun sudah tahu. Bukan begitu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Path