Kehidupan Acak yang Menyenangkan
Manusia punya kehidupan yang berbeda. Jalannya masing - masing.Yakin lah jalan manusia tidak ada yang sama. Bahkan jalan hidup anak kembar sekalipun. Sama halnya manusia - manusia yang kita temui dimuka bumi ini. Setiap kisah memberikan hikmahnya masing - masing. Setiap cerita menawarkan nilai moral masing - masing. Nilai yang berbeda pastinya.
Hanya manusia dewasa yang bisa menyikapi nilai - nilai kehidupan secara dewasa. Dan tolak ukur kedewasaan tidak terlihat dari raga atau fisik semata. Dewasa juga bukan diukur dari fasihnya orang tersebut dalam berkata - kata. Dewasa bukan hanya dilihat dari tingginya cita - cita seorang dalam menatap masa depan. Bahkan banyak kisah tentang anak kecil yang pemahaman dan pola pikirnya akan kehidupan menyerupai orang dewasa. Ingat loh, pemahaman dan pola pikir, bukan anak kecil yang memakai 'topeng' orang dewasa. Dewasa adalah sikap dan perbuatan.
Manusia dewasa bukan berarti tidak boleh menangis. Manusia dewasa bukan berarti tidak boleh bersikap childish. Namanya juga manusia. Ada sisi yang tampak dan tidak tampak. Ada sisi yang negatif maupun positif. Tidak ada yang sempurna dalam diri seorang manusia. Bukankah kesempurnaan hanya milik Yang Maha Sempurna?
Manusia dan kehidupannya adalah sesuatu yang acak bukan? Menurut saya iya. Kehidupan manusia itu acak yang menyenangkan. Implisit. Terkadang irasional. Tidak logis. Hei kawan, bukankah tidak semua pertanyaan bisa dijawab secara jelas? Bahkan ada pertanyaan yang terjawab setelah kita melalui proses yang sangat panjang dalam menemukan jawabannya.
Silakan masing - masing dari kalian menilai sendiri kehidupan yang kalian jalani hari ini. Silakan kalian merancang kehidupan seperti apa yang kalian inginkan untuk masa depan. Kalian berhak untuk bahagia dengan cara kalian. Kalian boleh menempuh jalan acak manapun. Tidak ada yang melarang. Tuhan sudah menunjukkan banyak jalan. Pilih sesuka hati. Meskipun pada akhirnya, manusia hanya akan menuju satu jalan. Hidup setelah mati.
Catatan untuk diri saya.
![]() |
| sumber gambar : tumblr.com |

Komentar