Terimakasih untuk Mereka

Alhamdulillah begitu banyak tahun yang terlewati dengan hikmah ...

Saya bersyukur sekali berada ditengah – tengah orang yang menginspirasi dan sangat luar biasa. Mengapa saya begitu menikmati kehidupan saya sekarang? Karena saya berkaca pada masa lalu. Oke saya akan flashback sedikit masa lalu saya. Nama saya Bella. Nama yang cantik, secantik orangnya *silakan yang mau lempar kardus*.  Bella, anak ingusan yang sangat tidak eksis di SMA nya (bahkan tetangga kelas aja gak tau “Bella yang mana ya?”, sebegitu tenggelamkah saya saat itu?).  Bella yang masa SMA nya dihabiskan untuk meratapi diri sendiri (kenapa saya tidak secantik Shireen Sungkar, btw, kenapa harus Shireen Sungkar -,-). 

Bella yang sewaktu SMA malu malu ayam, sampai – sampai mau bilang ijin ke toilet aja susah (oke, ini lebay). Bella yang dulu diajak foto aja nutupin muka. Apapun jadi penutup muka. Bahkan saat kamera mulai beraksi, Bella mulai menyambar kain apa saja yang ada di depannya. Termasuk kain jemuran tetangga. Bella yang dulu merasa wajahnya tidak layak jual, sehingga tidak layak pula untuk difoto.  Alhamdulillah berkat mereka, Bella saat ini mencoba untuk keluar dari zona nyaman. Bella sudah mulai bangun dari tidur panjang dan keluar dari kandangnya (sebenarnya Bella manusia atau ...). Bella mencoba sesuatu yang baru. Bella udah berani difoto sekarang (ini Bella manusia atau siapa T,T). Bella mencoba membuktikan bahwa inilah saya. Saya juga bisa seperti mereka. Mungkin belum sehebat mereka. Tapi suatu saat saya akan setara atau bahkan lebih seperti mereka.

Siapa mereka yang saya maksud disini?

Mereka adalah orang yang tidak bisa saya sebut satu persatu namanya. Jangankan namanya. Wajahnya saja saya lupa yang mana (haha,maaf  mulai gak jelas) . Mereka adalah orang – orang yang  selalu mengisi hari – hari saya. Beberapa dari mereka adalah orang – orang yang tidak saya kenal, tapi memotivasi saya untuk move on dan move up. Bahkan mereka adalah orang – orang yang kadang tidak dianggap keberadaannya. Mereka adalah yang punya mimpi dan berusaha keras mewujudkannya. Mereka adalah yang punya mimpi sangat sederhana tetapi memiliki rasa syukur yang luar biasa.

Mungkin yang dimaksud dengan mereka masih belum jelas. Implisit. 

Yah memang. Sebagai orang yang beriman, pasti kita meyakini bahwa tidak ada yang kebetulan. Semua sudah diatur dalam skenario – Nya. Bisa jadi pertemuan dengan seseorang bukan karena ketidaksengajaan. Melainkan sebuah kepastian.  Jadi , yakinilah bahwa apa yang terjadi pada kita pasti ada hikmahnya. 

Seringkali kita merasa salah jalan. Seringkali kita menyesal, mengapa dulu saya begini, andai saja saya dulu memilih ini. Justru melalui kesalahan dan penyesalan itu kita belajar sangat banyak.  Bagaimana tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ingat , tidak ada yang mau jatuh dalam lubang yang sama kecuali orang bodoh. Bagaimana mengatur strategi agar tidak menjadikan kesalahan ini lebih fatal. Bukankah belajar sama dengan berproses? Bahkan kita bisa belajar dari apapun dan siapapun termasuk seorang anak kecil. Hidup ini indah, untuk mereka yang mau belajar dan bersyukur pada setiap langkahnya.  And the last, but not least.. selalu sertakan Allah dalam setiap langkah kita. Lengkap sekali hidup ini rasanya . Saya memang bukan siapa - siapa. Hanya ingin berbagi apa yang saya rasakan. Dan menurut saya, berbagi hal yang menyenangkan adalah bahagia yang sederhana.

Terimakasih untuk mereka. Bisa jadi tanpa kalian, saya bukanlah Bella yang sekarang. Memang pencapaian atau kesuksesan saya belum spektakuler seperti Justin Bieber atau Sule (kenapa harus Sule -,-). Namun saya punya target dan standar kesuksesan saya sendiri. Sukses tidak selalu berbau materi dan eksistensi. Dan yang paling utama adalah terima kasih saya pada Allah dan juga keluarga saya, Alhamdulillah...
Bukankah manusia memiliki jalan masing - masing? Bisa jadi pertemuan kita memang jalan takdir Tuhan. Kadang Tuhan menunjukkan kasih sayang Nya melalui perantara seseorang. Entah siapapun orang itu. Dan saya berterima kasih dengan orang yang mengingatkan saya, bahwa Tuhan sudah terlalu baik dengan saya. Dan sampai kapanpun Tuhan memang akan tetap baik dengan hamba Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Path