Benarkah Rumput Tetangga Lebih Hijau?
” Wah si fulan itu perfect banget ya, uda cantik, baik, semampai, langsing, pintar, orang tuanya kaya, keluarga harmonis, banyak cowok yang suka, pokoknya sempurna banget deh, gak ada kekurangannya..”
Pujian diatas bisa jadi terdengar menyenangkan sekaligus menyakitkan. Satu tanggapan sekaligus saran yang sepertinya klise setelah mendengar pernyataan tersebut,” Ya udahlah... Bersyukur aja. Kita juga ga bisa milih kan siapa orang tua kita, mau kayak apa wajah kita, so what gitu orang lain mau kayak gimana. Jadiin motivasi aja biar kita jadi orang yang lebih baik.”
Mungkin para hamba Allah diluar sana seringkali berpikir seperti itu (termasuk saya). Tapi ada satu hal yang manusia mungkin lupa, Allah SWT telah mencatat kehidupan manusia di Lauh mahfuz. Baik itu kelahiran, kematian, jodoh, rezeki, dan nasibnya yang baik atau buruk. Bersyukur adalah jawaban untuk diri kita yang sering membandingkan diri dengan orang lain. Kenapa saya begini, kenapa saya begitu, kenapa dia lebih dari saya bla..blaablaa..
فاذْكُرُوْنِيْ أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْنِيْ وَلاَ تَكْفُرُوْنِ
“Ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepadaKu dan jangan kamu kufur (ingkar)”.
(QS. Al Baqarah : 152)
Q.S. Ibrohim (14): 7: "Jika kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih".
Syukurilah nikmat yang Allah SWT berikan sekecil apapun. Yakinlah manusia memiliki takdir dan nasib masing – masing , namun bukan berarti menyerah pada nasib. Jadikanlah sesuatu yang kita bandingkan tersebut sebagai motivasi agar menjadi yang lebih baik. Belum tentu jika kita diberi nikmat dan anugerah yang sama kita akan mengelola nikmat itu dengan sepantasnya. Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan. Wallahu’alam bisshawwab.
Renungan untuk diri saya..
Komentar