Postingan

Aku tidak suka lari, melelahkan Apalagi ikut turnamen lari Meskipun hadiahnya jutaan dollar Aku tetap tak berminat Banyak orang serentak berlari Kaosnya basah berkeringat Terus berlari tanpa jeda sampai garis akhir Kadang mereka tak sengaja bersenggolan Ada yang tersungkur karena menginjak tali sepatu sendiri Ada yang pingsan di kilometer ke sekian Ada yang melambatkan larinya untuk sekedar minum dari botol Semoga dia tidak tersedak Melihat mereka saja, aku sesak, seperti kehilangan nafas Aku lebih suka berjalan, pelan, mengamati sekitar Aku bisa tahu rumah bercat hijau itu kaca jendela depannya sedikit retak Aku hapal makanan kesukaan anak balita Ibu Dwi adalah nasi tim brokoli Dia selalu lahap makan menu itu Setiap pukul 4 sore aku pasti mendengar suara tukang sate perempuan yang membawa dagangannya di atas kepala mungkin usianya lebih muda dariku Kadang aku iseng melongok interior rumah di ujung gang yang seringkali  tertutup pagar besar ...
Take a deep breath Enjoy the moment As long as you trust Him Everything will be okay Keep your faith ------ Allah is always near. The reason why you feel far is because you moved, not Him. (Shaykh Azhar Nasser/@ShaykhAzhar)
Ada telinga yang tak siap mendengar Ada mata yang tak siap melihat Ada hati yang tak siap menerima Hanya pikiran yang terus berkelana Hanya raga yang tak kemana - mana Bagaimana ini, Tuhan? Tolong bantu Tolong bimbing Tolong ingatkan Aku tak ingin menyerah
Kita butuh keimanan, kita butuh mengimani apa yang diajarkan kepada kita. Sayangnya, keimanan kita bisa tiap saat naik turun. Keimanan kita bisa kapan saja goyah.  Kita butuh teman yang bisa mengingatkan, kita butuh teman yang bisa menguatkan. Jika kita tidak menemui itu pada orang-orang di dekat kita. Carilah dimanapun, barangkali kau akan menemukannya di tempat penjual roti, barangkali kau akan menemukannya di pelataran masjid yang sering kau lewati, barangkali kau menemukannya pada perpustakaan yang sekadar kau pandang dari kejauhan. Atau justru kau menemukannya pada sosok di dunia maya. Carilah, carilah pada siapapun kau bisa menemukan tempat untuk membagi isi kepalamu.  Jika kita terdampar pada rasa putus asa yang bekepanjangan dan merasa sendirian, carilah sesuatu agar rasa sendirian itu bisa berkurang bahkan hilang. Carilah, jangan biarkan kejiwaan semakin lemah karena hanya menunggu keajaiban datang.  Terkadang menunggu adalah kebodohan yang kita...
"Semoga dimudahkan urusannya, semuanya. Semoga lancar. Semoga diberikan kesehatan. Semoga diberikan yang terbaik." kalimat itu saat ini lebih sering saya gunakan sebagai 'kalimat penutup' untuk mengakhiri pertemuan dengan teman yang lama tak bertemu atau tak saling memberi kabar. Saya tidak tahu apa saja sudah mereka lalui. Bagaimana perjuangan mereka hingga di titik sekarang, yang sekali lagi, saya tidak tahu kondisi sebenarnya. Kalimat penutup yang mudah - mudahan bisa menenangkan hati dan membangkitkan semangatnya.
Banyak hal yang sebenarnya lebih pantas disyukuri di tahun 2018. Meskipun banyak pula hal yang dikeluhkan, hahaha. Penolakan, gagal, sakit hati, sedih, bingung, cemas, apapun yang terlihat tidak menyenangkan hati selalu ada di setiap tahun.  Kenapa hal yang sedih selalu gampang diingat ketimbang hal yang menyenangkan? Tidak tahu. Mungkin saya yang kurang bersyukur. Masih banyak hal yang belum saya betul - betul ikhlaskan. Saya amat sangat berterima kasih kepada orang-orang yang masih mau menerima, mendengarkan, dan menyemangati saya. Ya saya memang rapuh, rendah diri, dan kehilangan motivasi. Kadang saya rindu masa kecil, yang selalu antusias dalam meraih sesuatu.  Kenapa setelah dewasa rasanya berat sekali untuk menghadapi hari? Pertanyaan yang hanya dapat dijawab oleh saya sendiri. Saya sedang belajar menerima apa yang sudah saya alami hingga sampai di titik ini. Semoga saya bisa. Semangat Bell. Sebenar-benarnya penyembuh adalah menerima kenyataan seapaa...
Masih ada harapan dibalik ketidakberdayaan Masih ada doa-doa yang sering dipanjatkan Masih ada puji-pujian yang rutin dilantunkan Aku pada-Mu, Tuhan