Quarter life crisis adalah tema yang masih saja sering dibahas dalam sesi curhat di inner circle saya beberapa tahun belakangan. Kebanyakan sih, dari mereka yang curhat sesama jomblo. Oh, jadi ini alasanku menjomblo . Ada juga beberapa dari mereka yang sudah menikah juga curhat ke saya. Kalo mereka yang sudah menikah curhat, saya yang hati2 dan ngasih batasan sejauh mana mereka boleh curhat. Soalnya kan ranah pribadi ya, ngga boleh terlalu terlibat. Ada yang curhat penampilan, karir, relationship , finansial, dan lain - lain yang kayaknya kalo dibikin klasifikasi tema itu rumit. Intinya adalah masalah. Kekhawatiran, ketakutan, keraguan, pesimisme, pokoknya yang sedih2. Kalo di curhatin kayak gitu, saya sebagai pendengar dan pengamat ekspresi mikro, bingung mau respon bagaimana. Karena yang dicurhatin kondisinya ngga lebih baik daripada yang curhat. Dan punya problem yang kurang lebih mirip, wkwkwk . Sebagai manusia biasa yang punya emosi :...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Iya. Mungkin kita terlalu terburu - buru dalam mengambil keputusan Mungkin kita kurang bersabar atas segala sesuatu Mungkin kita terlalu banyak berharap atas ketidakpastian Mungkin kita yang tidak menikmati sebuah proses perjalanan Apapun itu Kata orang,"Hiduplah tanpa penyesalan." Aku rasa itu benar Menyesal tidak ada gunanya Sama seperti kamu bertanya tentang,"Untuk apa aku dilahirkan?" Menurutku itu pertanyaan naif Nyatanya kamu sudah hidup berpuluh-puluh tahun Dan di tahun yang ke sekian kamu baru mempertanyakannya? Hiduplah tanpa penyesalan Karena Tuhan menciptakanmu dengan tujuan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Sebagai seseorang yang ngga terlalu suka keramaian, bukan berarti saya selalu mengurung diri atau menutup diri dari orang lain. Cuma gimana ya, ada saat dimana saya ngerasa capek fisik dan psikis kalo 'terlalu' banyak interaksi sama orang. Biasanya ada perasaan yang aneh gitu. Butuh melipir bentar. Sendirian. Dulu, pernah ngekos bareng temen2. Pas jam makan malam, saya keluar kosan aja gitu sendirian. Makan sendiri. Sampe kosan ditanyain temen darimana. Saya jawab habis makan. Terus dia bilang kenapa ngga ngajakin. Saya bilang lah barangkali ngga mau. Lah nawarin aja engga, gimana bisa bilang ngga mau . wkwkwk. Intinya lagi mau sendirian. jadi ngga ngajakin siapa siapa. Bukan biar ngga ketauan kalo makannya banyak. Beberapa kali saya menolak ajakan teman buat hang out keluar rumah. Ya kalo mood nya memang bagus sih ayo aja. Tapi dengan syarat temennya ngga terlalu banyak. Maksimal 4 orang lah termasuk saya. Itu juga bukan kumpul di tempat yang rame banget, ...
Random Talk
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Entah sudah kesekian kali aku mergokin temen dalam kondisi lagi bad mood. Kelihatan banget dari raut mukanya. Maka dari itu, dibutuhkan rasa peka, khususnya bagi orang terdekat. Jangan sampai kamu nambahin rasa bete. Sebenernya kamu lagi curhat kan Bell? Hahaha Lalu apa yang akan kita lakukan kalo orang terdekat lagi bad mood? - Beri mereka waktu untuk sendirian. - Jangan paksa mereka untuk cerita. - Kalo dia cerita apa yang menyebabkan bete, dengarkan. - Kalo dia minta solusi, kasih solusi dan jangan maksa kudu ngikutin solusi kita. - Berikan mereka puk puk, kalo hampir nangis kasih peluk. Tapi inget ini khusus ke teman yang sesama jenis. Biasanya perempuan ke perempuan. Kalo laki ke perempuan itu namanya modus. It's okay not to be okay. Asal kita bisa mengendalikan diri untuk ngga berbuat hal - hal yang bikin ilfil orang lain. Seperti : ngomel ngga jelas, nggebrak meja, dan hal - hal anarkis lainnya. Buat kondisimu se elegan mungkin. Perempuan sering banget ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Seseorang menulis tentang kesedihan. Dia juga menulis tentang cara-cara menghadapinya. Bukan lain, itu karena dirinya butuh didengar dan disembuhkan; oleh dirinya sendiri. (kotak-nasi.tumblr.com) Link tumblr disini Kadang menulis itu bagian dari koping stres. Mungkin kamu lebih nyaman menyampaikan sesuatu lewat tulisan. Mungkin, orang yang membaca tulisanmu mampu merasakan sebuah emosi dari apa yang kamu tulis. Yang jelas, tulisanmu bisa menjadi nasehat untuk diri kamu sendiri.