Dunia ini luas dan banyak hal yang perlu di gali. Kadang menjadi kekanak – kanakan itu perlu. Saat kita bermain dilumpur tanpa takut kotor. Saat memanjat pohon tanpa takut jatuh dan berdarah. Saat naik ke pentas untuk membaca puisi tanpa perlu ragu dan malu. Saat makan gulali lebih nikmat rasanya daripada seporsi steak mahal. Saat kita menangis dan dalam sekejap akan tertawa kembali. Jiwa anak – anak yang damai dan bebas. Tanpa perlu khawatir akan hiruk pikuk zaman yang nyatanya semakin tak beraturan. Mereka lakukan semua hal dengan hati yang tulus dan bahagia. -alfienabella
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Pada dasarnya, manusia tidak dapat menyembunyikan perasaan senangnya, saat mendapatkan sesuatu yang selama ini mereka dambakan. Prestasi, harta, jabatan, kemapanan, pria, wanita, anak - anak, dan hal hal lain yang memang menyenangkan untuk dimiliki. Hal yang sama juga berlaku saat mereka merasakan kekecewaan, jarang sekali ada manusia yang mampu untuk berbesar hati. Setidaknya, dari raut wajah saja, sulit untuk berpura - pura bahagia saat mereka dirundung rasa kecewa. Ada baiknya kita perlu mengontrol diri, baik saat senang maupun sedih. Saat senang, bolehlah kita melakukan selebrasi, sebagai bentuk reward terhadap diri sendiri, atas usaha yang telah kita tempuh. Namun jangan terlena. sesungguhnya perjalanan baru dimulai. Euforia jangan terlalu tinggi. Di depan ternyata banyak tanjakan dan turunan yang curam. Takutnya terpeleset dan susah bangkit karena lupa atur strategi. Sama halnya jangan terlalu lama bersedih saat dirundung kekecewaan. Nanti kita lupa kalau kita ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Dear You! Aku tahu sangat sulit bagimu bertahan. Aku tahu berat rasanya untuk tertawa lepas. Aku paham, tak mudah bagimu untuk selalu bersabar. Aku paham, tak semua orang bisa mengerti betapa ingin kamu berteriak dan merutuk dunia.Mereka yang selalu mengeluh padamu. Mereka yang selalu menambah masalahmu. Mereka yang ingin dimengerti, tapi tak mau memahami. Mereka yang meminta nasihat, tapi tak pernah bercermin. Mereka yang bertubuh dewasa, tapi bertingkah bocah. Entah berapa lapis topeng yang kamu pakai di wajah. Entah berapa lapis baja yang kamu kenakan di hatimu. Menunjukkan pada mereka, bahwa kamu baik- baik saja. Nyatanya kamu hanyalah manusia. Yang punya ribuan aib, setumpuk masalah, ratusan kekecewaan. Kamu menampung segudang air mata yang kamu tahan di pelupuk. Dan siap kamu tumpahkan. Saatnya dirimu berbincang dengan Tuhanmu.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Aku yang berdiam bukan tidak ingin bicara Hanya sedang bermonolog, sebelum membuat dialog Karena justru banyak hal yang harus ditanyakan kepada diri sendiri Sebelum disampaikan ke orang lain Dunia tidak perlu tahu gemuruh hati Biarkan mereka menerka dengan logika sendiri Seringnya manusia hanya berbasa - basi Kenyatannya tidak ada yang peduli Jadi, nikmatilah setiap detak jantungmu bersama jiwa ragamu yang sunyi.
Introvert
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Alfiena Bella
Aku selalu merindukan waktu, saat senja bergulir menjadi malam. Artinya aku bisa berbicara berdua denganmu. Tanpa sekat. Tanpa batas. Tanpa perlu malu dan ragu. Kita berbicara apa saja tentang hidup. Hidup yang ada sekarang dan hidup yang nanti akan datang. Kau tahu, kenapa kita hanya berbicara menjelang tidur? Karena saat siang kita terlalu sibuk diam, untuk mendengarkan yang lain bicara. Mereka terlalu berisik. Sampai kita berdua tidak bisa lagi saling mendengar. Meskipun sekedar sayup bisikan. Hai kamu, yang ada di cermin! Terima kasih sudah menjadi teman bicara setiap malam. Entah mengapa aku percaya kamu bisa menjaga rahasiaku. Aku tidak tahu siapa lagi yang bisa ku percaya selain kamu. Dan Tuhan pastinya. Tolong jangan pergi. Aku khawatir dan takut dengan mereka, yang menamakan dirinya manusia.