Postingan

Disanjung melemahkan Dicaci melelahkan Manusia memang egois Tidak akan pernah puas Menjelang mati mereka baru sadar Ah, bicara soal kematian Tahu apa kamu? Kau juga manusia yang pasti mati Sana putar balik Ke jalan yang lebih lurus
Saat aku lelah meskipun belum sampai di garis akhir Saat aku mulai mempertanyakan keberadaanku Saat aku sendirian berselimut bayangan Saat aku mulai kehilangan kepercayaan Saat keraguan itu datang.. Ya Rabb Aku lemah Jangan ambil keimananku Tetapkan hati ini pada agamamu

How Facial Prosthetics Bring Art And Design Together

Gambar
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
kamu tidak akan pernah sampai di titik ini jika kamu melewatkan sedetik kejadian di masa lalu kamu tidak akan tahu jika ketinggalan pesawat adalah bentuk perlindungan Nya dari musibah kamu tidak tahu bahwa senyummu pada seseorang dapat membangkitkan rasa percaya dirinya kamu tidak tahu jika pelukan hangatmu pada seorang anak korban kekerasan membuatnya merasa memiliki tempat berlindung saya tidak tahu apa yang terjadi, jika saya melewatkan tulisan ini : Semoga apa yang kita jalani saat ini adalah doa-doa yang dulu pernah kita panjatkan. Entah kapan. Sampai kita lupa pernah mendoakan semua hal yang kita jalani saat ini. Berupa pekerjaan, pasangan, pernikahan, tempat tinggal, pendidikan, dan semua hal yang kadang lalai kita syukuri ini. Sebab, ada begitu banyak manusia kutemui sedang menjalani sesuatu yang tidak ia inginkan, sementara ia juga belum mampu memahami lebih dalam mengapa itu terjadi di hidupnya. Apalagi aku. Untuk itu, aku akan lebih banyak lagi berdoa... seban...
Beberapa hari yang lalu, seorang teman mengabarkan melalui pesan singkat, bahwa dia ingin bertemu saya. Teman perempuan yang baru saja menikah. Saya mengiyakan, karena memang sudah lama kami tak bertatap muka. Kami memutuskan untuk bertemu di sebuah mall. Sampai disana, kami mampir kedai teh. Saya tak sabar mendengar cerita tentang bahagianya dia setelah berbulan madu. Di tengah perbincangan, HP nya berdering. Diangkatlah panggilan telepon tersebut. Tiba - tiba dia menangis sesaat setelah menutup teleponnya. Dia berkata sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Dia depresi. Tahun 2018 lalu, saya juga menjenguk ibu seorang teman yang diopname akibat percobaan bunuh diri.  Hari ini, saya mendengar kabar bahwa mantan pacar sahabat saya, diketahui hampir  menenggak racun serangga. Setelah ditelusuri, percobaan bunuh diri sudah sering dia lakukan sejak 2014. Namun, Tuhan Maha Baik. Masih memberikan kesempatan hidup untuk dia. Saya tidak ingin membahas permasalaha...
Saya menulis karena saya ingin. Jika tulisan ini dibaca -oleh orang yang saya maksud- itu menjadi sebuah keajaiban Tuhan, karena pesan saya tersampaikan. Seringkali saya melakukan kesalahpahaman berulang, dengannya, orang yang sama. Dia teman yang baik. Dia bukan teman yang sempurna. Saya juga banyak kekurangan. Dia bisa membuat saya melihat sesuatu, secara divergen dan spontan. Amat berkebalikan dengan saya yang pada dasarnya penakut, pemalu, cenderung menutup diri. Seperti melihat diri saya yang lain -sisi yang selama ini saya sembunyikan- hanya di raga yang berbeda. Saya tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya. Terlalu takut dan berhati - hati untuk mengungkapkan, "Bolehkah saya berteman denganmu?". Ya, nyatanya memang kita berteman. Namun, ada hal - hal yang sebenarnya khawatir saya ungkapkan, takut menimbulkan perdebatan. Ini berhubungan dengan nilai - nilai yang sudah saya anut dan saya coba pegang teguh selama sekian tahun. Banyak hal yang membuat kita bers...
Sedih dan air mata rasanya masih sama Yang berbeda hanya situasinya Nanti kamu juga terbiasa Jangan berlama-lama Ingat, dunia panggung sandiwara