Postingan

Terimakasih untuk Mereka

Alhamdulillah begitu banyak tahun yang terlewati dengan hikmah ... Saya bersyukur sekali berada ditengah – tengah orang yang menginspirasi dan sangat luar biasa. Mengapa saya begitu menikmati kehidupan saya sekarang? Karena saya berkaca pada masa lalu. Oke saya akan flashback sedikit masa lalu saya. Nama saya Bella. Nama yang cantik, secantik orangnya *silakan yang mau lempar kardus*.  Bella, anak ingusan yang sangat tidak eksis di SMA nya (bahkan tetangga kelas aja gak tau “Bella yang mana ya?”, sebegitu tenggelamkah saya saat itu?).  Bella yang masa SMA nya dihabiskan untuk meratapi diri sendiri (kenapa saya tidak secantik Shireen Sungkar, btw, kenapa harus Shireen Sungkar -,-).  Bella yang sewaktu SMA malu malu ayam, sampai – sampai mau bilang ijin ke toilet aja susah (oke, ini lebay). Bella yang dulu diajak foto aja nutupin muka. Apapun jadi penutup muka. Bahkan saat kamera mulai beraksi, Bella mulai menyambar kain apa saja yang ada di depannya. Termasuk kain je...

Benarkah Rumput Tetangga Lebih Hijau?

” Wah si fulan itu perfect banget ya, uda cantik, baik, semampai, langsing, pintar, orang tuanya kaya, keluarga harmonis, banyak cowok yang suka, pokoknya sempurna banget deh, gak ada kekurangannya..” Pujian diatas bisa jadi terdengar menyenangkan sekaligus menyakitkan. Satu tanggapan sekaligus saran yang sepertinya  klise setelah mendengar pernyataan tersebut,” Ya udahlah... Bersyukur aja. Kita juga ga bisa milih kan siapa orang tua kita, mau kayak apa wajah kita, so what gitu orang lain mau kayak gimana. Jadiin motivasi aja biar kita jadi orang  yang lebih baik.” Mungkin para hamba Allah diluar sana seringkali berpikir seperti itu (termasuk saya). Tapi  ada satu hal yang manusia mungkin lupa, Allah SWT telah mencatat kehidupan manusia di Lauh mahfuz. Baik itu kelahiran, kematian, jodoh, rezeki, dan nasibnya yang baik atau buruk. Bersyukur adalah jawaban untuk diri kita yang sering membandingkan diri dengan orang lain. Kenapa saya begini, kenapa saya begitu, ken...